a morning walks
Arsena memarkirkan mobilnya perlahan. Ia turun dan memandangi pemandangan di sekitar Lapangan Gasibu. Sasaran tempat lari paginya hari ini. Meskipun sedikit jauh dari rumah, namun tak menyurutkan semangat Sena untuk tetap berolahraga disini. Setelah memasang earphone di telinga, Ia pun mulai berlari-lari kecil di pinggir lapangan. Hiruk pikuk keramaian orang-orang dan suara cuitan burung mewarnai paginya hari ini.
“Eh, Arsena?!”
Panggilan tiba-tiba itu mengejutkan Arsena. Ia segera menoleh dan membalikkan badan.
“Teh Alana? Disini juga?”
Arsena tak bisa menyembunyikan raut terkejut dari mukanya. Sontak Ia segera menggelengkan kepala, menghindari kegugupan dan kilas masa lalu yang mulai berkelebat di otak kecilnya.
“Iya ih yampun Senn, udah lama banget ya! Teteh kangen kamu,” Alana segera merangkul Sena, Ia sangat senang bisa kembali bertemu Sena secara begitu kebetulan pagi ini.
“Udah lama Teh?” tanya Arsena beberapa saat kemudian setelah berhasil menyembunyikan kegugupannya.
“Belum lama kok, eh Sen, beli boba disana yuk, sambil jalan,” Alana menunjuk spot penjualan minuman tepat beberapa langkah didepan mereka. Arsena menganggukkan kepala, Ia berjalan beriringan dengan Alana sambil mengobrol ringan mengenai kehidupan mereka selama beberapa tahun tidak bertemu.
©nadswrites