Beach and You
Arsena menghela nafas, ia menyimpan handphone di saku bajunya dengan cepat.
Tentu saja ia tidak bisa menikmati pantai ini lagi sebagaimana sebelum mengetahui berita tidak mengenakkan itu, pundaknya tiba-tiba terasa berat.
Gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya ke depan, terlihat sosok Alvano yang masih menikmati air dan pemandangan langit pantai. Ia melangkah, mendekati Alvano dan menyentuh punggungnya, elusan lembut yang perlahan berubah menjadi dekapan hangat dari belakang.
Tanpa kata, Arsena ingin meringankan beban yang tidak bisa diungkapkan lelaki itu. Ia tidak mau menambah beban Alvano dengan banyak bertanya disaat ia sendiri masih bingung dan bertanya-tanya tentang apa yang menjadi penyebab masalah tersebut bisa terjadi.
Arsena akan berusaha mencari tahu terlebih dahulu, dan berusaha membantu setelahnya.
Sementara itu, Alvano terdiam, badannya menegang taktala gadis yang kini menjadi istrinya itu mendekapnya dari belakang begitu tiba-tiba.
“Gini dulu sebentar, Al.” suara Arsena terdengar lembut di telinga Alvano, membuat lelaki itu akhirnya merilekskan badan, mengangkat tangan dan perlahan mengelus tangan yang tengah memeluknya.
5 menit berlalu, akhirnya kedua insan itu melepaskan pelukan mereka.
Alvano membalikkan badan, matanya tidak bisa berbohong, ia menatap Arsena dengan sorot penuh kekhawatiran.
Membuat sang gadis menunjukkan senyuman hangatnya, membalas tatapan itu dengan tatapan yang mengartikan bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja.
Langit pagi yang kini tampak mendung, mengiringi pergerakan Alvano yang perlahan mendekatkan wajah, mengecup kening Arsena.
Alvano menyadari bahwa ia begitu mensyukuri adanya keberadaan gadis itu di sampingnya.
'Makasih udah mengerti, disaat gue bahkan belum bisa menceritakan semuanya, Na...'
'...Maaf,'
©nadswrites