Calming her.

Teh Alana melangkah pelan mendekati Arsena yang baru saja keluar dari kamar mandi. Gadis itu terus menunduk dan tidak menyadari kehadiran Teh Alana. Gerakannya begitu lesu dan tidak bersemangat, dan Teh Alana tentu mengerti alasan dibalik lesunya Arsena.

“Sen?” panggil Teh Alana kemudian, menyentuh pelan bahu Arsena.

Arsena sontak mendongakkan kepalanya, ia menatap Teh Alana lama sebelum akhirnya memeluk kakak iparnya itu, membuat Teh Alana sedikit terkejut namun segera membalas pelukan Arsena, juga mengelus lembut punggungnya.

Tak lama kemudian, isakan pelan terdengar, membuat Teh Alana semakin mengeratkan pelukan mereka, hatinya tak kuasa mendengar isakan Arsena yang begitu pilu.

“Sena udah tau, Teh...”

“Sena udah tau soal Ayah, Bunda...” lirih Arsena kemudian, berbisik di telinga Teh Alana.

Teh Alana terdiam lama, ia memikirkan kata-kata yang sekiranya tidak membuat hati Arsena semakin sedih.

Ssh, it's okay not to be okay, Sen.. Ayah sama Bunda akan selalu ada di hati kita,” ucap Teh Alana, mencoba menenangkan Arsena.

Arsena mengangguk pelan dalam pelukan mereka, sekeras apapun ia berusaha mengabaikan kenyataan, kenyataan itu tetap tidak akan bisa berubah. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya mencoba berdamai dan mengikhlaskan kepergian sang ayah juga bundanya, bahkan tak pernah terfikirkan di otaknya bahwa orangtuanya akan meninggalkannya di waktu yang sama, dan secepat ini.

Seandainya saja ia bisa mengulang waktu, Arsena ingin sedikit saja lebih lama bersama orangtuanya. Selama dan sebanyak apapun kenangannya bersama orangtuanya sebelumnya, tentu tetap akan terasa kurang begitu ia kehilangan mereka, seperti saat ini.

'Ayah, bunda, kakak minta maaf gabisa nemuin kalian untuk yang terakhir, kakak minta maaf ga bisa nemenin kalian, kakak mohon, kalian harus lebih bahagia disana, sekarang ayah udah ga sakit lagi... ayah udah boleh makan apa aja disana, ayah ga perlu mikirin gula darah lagi, dan bunda juga ga perlu marahin ayah karna ayah makan makanan manis kaya dulu...'

'...tapi kakak cuma minta satu hal, walaupun kalian udah di tempat yang lain, kakak pengen kalian dateng ke mimpi kakak, setiap malam... kakak sayang ayah dan bunda,'

©nadswrites