Dinner with The Pratama's
“Dek! yaampun akhirnya setelah perjalanan panjang sampe juga ya ke rumah?!” ucap Mama setengah menyindir kepada anak bungsunya, Alvano, begitu ia memunculkan batang hidungnya di ruang tamu rumah keluarga Pratama.
Alvano hanya tersenyum tipis, menyadari bahwa selama ini dia selalu disibukkan dengan pekerjaan hingga larut malam, yang kemudian berakhir di apartemen. Bukan di rumah yang ditinggalinya bersama kedua orang tua nya.
“Ma, udah, orang baru pulang disuruh duduk dulu, cuci tangan dulu, kok malah diceramahin?” Alana terkekeh, kemudian ia melangkahkan kaki mendekati Alvano.
“Martabak Teteh, Dek, hehe.”
Alvano mendengus sembari menyerahkan kantong yang sedari tadi sudah berada di tangan kanannya. Setelah menyerahkan kantong tersebut, Alvano pun salim kepada Mama dan juga Kakaknya.
“Adek mandi dulu, Ma.” pamit Alvano sambil beranjak pergi ke lantai dua, menuju kamar pribadinya yang sudah lama tidak dihuni itu.
~~~
Denting suara piring dan sendok pun terdengar di ruang keluarga Pratama. Mereka segera menyantap makan malam begitu sang papa yang sudah ditunggu kedatangannya itu pulang ke rumah.
“Oh iya Dek, udah punya pacar belum?” tanya Mama tiba-tiba begitu makanan di piringnya telah tidak bersisa.
Alvano berdeham salah tingkah, Ia mengambil segelas air putih untuk melegakan tenggorokannya.
“Apa sih Ma, ga sempet mikir begituan,” jawab Alvano kemudian.
Papa tersenyum, begitu pun Mama, mereka saling melirik dengan tatapan yang mencurigakan di mata Alvano.
“Ada apa sih, Ma, Pa?”
Ternyata Alana pun menyadari keanehan tersebut.
“Bagus Teh, kalo adek kamu belum punya pacar, Mama mau kenalin dia ke anak sahabat Mama.”
'uhuk, uhuk'
Alvano terbatuk seketika. Matanya membulat.
“Mama sama Papa cuma mau ngenalin doang kok, ga bermaksud maksain apa apa, ya kan, Pa?”
Alvano hanya bisa menghela nafasnya berat.
'apalagi ini?' keluhnya dalam hati.
©nadswrites