i'm home
Arsena memandang nasi goreng di hadapannya dengan tidak bersemangat, sedari tadi gadis itu hanya mengaduk-ngaduk tanpa memakannya. Ia menghembuskan nafas berat, mencoba membuang fikiran negatif mengenai Alvano yang memenuhi otaknya. Sejak semalam, lelaki itu tak kunjung memberi kabar, buruknya lagi kabar terakhir yang didapat Arsena adalah suaminya itu berada di sebuah bar hotel.
'Ga terjadi apa-apa, kan?' batinnya.
Ting Tong
Suara bel tersebut membuyarkan lamunan Arsena. Sontak saja gadis itu segera beranjak dengan dahi berkerut bingung.
'Siapa?'
Sebelum membuka pintu, Arsena mengintip terlebih dahulu dari lubang intip yang tersedia. Gadis itu semakin mengernyitkan dahinya begitu hanya mampu melihat sebuah buket yang berisi makanan. Sosok yang membunyikan bel tertutupi oleh buket tersebut. Namun, Arsena merasa tidak asing dengan bentuk tubuh juga sepatu yang dipakainya. Arsena menaikkan bibir, ia segera membuka pintu tersebut.
“A' Alvano! Udah aku duga...”
Arsena berucap riang dan langsung memeluk sang pemilik buket begitu sosok itu menurunkan buketnya. Ternyata ia adalah Alvano, sesuai dugaan Arsena saat gadis itu melihat sepatunya.
“I'm home.” jawab lelaki itu, membalas pelukan hangat Arsena. Ia merasa bersalah karena Arsena pasti khawatir dengan sikapnya semalam.
Arsena tersenyum dalam pelukan Alvano, ia menghapus air mata yang tiba-tiba merembes dari kedua matanya.
“Aku cemas banget tau, A'—”
”...takut kamu kenapa-kenapa,” lirih Arsena.
Alvano tersenyum, ia mengelus rambut Arsena perlahan.
“Maaf, Naa, semalem ngga ada apa-apa kok, aku ngga lama di bar dan langsung ke kamar hotel, sengaja ga bales chat kamu karna hari ini aku udah bisa pulang.” ucap Alvano menjelaskan, ia kemudian merenggangkan pelukan mereka.
Lelaki itu melihat wajah sang istri yang kini basah oleh air mata. Ia semakin merasa bersalah, namun di sisi lain ingin tertawa karna raut wajah yang ditunjukkan Arsena.
“Crybaby,” ucap Alvano membuat Arsena menatapnya tajam dan segera menghapus air matanya. Gadis itu kemudian mengambil alih buket yang ada di tangan Alvano.
“Ayo masuk, A', ga baik lama-lama di pintu gini.” ajak Arsena, ia melangkah masuk meninggalkan Alvano seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Alvano menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
'Missing you,'
'...a lot,'
©nadswrites