is everything okay?
Arsena memandang handphonenya dengan tatapan sedih, beberapa skenario buruk terbayang di otaknya. Gadis itu pun menggelengkan kepalanya cepat, menjauhkan bayangan mengenai skenario buruk tersebut.
Arsena kemudian mengetik beberapa kalimat di handphonenya, mengirim pesan meminta izin kepada Alvano untuk pergi terlebih dulu dalam rangka menemani sang ayah menuju rumah sakit. Dengan terburu-buru, ia memasukkan dan merapikan barang yang dibawanya ke dalam tas, sebelum akhirnya melangkahkan kaki menuju lift.
Tanpa disadarinya, surat yang masih belum terlipat sempurna itu terjatuh dari saku bajunya.
~~~
Cuaca yang mendung seperti akan hujan membuat Arsena mengernyitkan dahinya, ia masih berdiri di lobi hotel menunggu jemputan bunda yang tak kunjung datang. Gadis itu kemudian meraih handphone, mengecek apakah ada pesan baru yang belum sempat terbaca. Ternyata, benar-benar ada. Pesan dari bunda lima menit yang lalu.
'Kak, Bunda langsung ke rumah sakit yaa, kaki ayah tiba-tiba kram, bunda takut kondisinya makin parah, Kak. Kakak susul ke rumah sakit sama Alvano ya, nanti? Di rumah sakit Advent, Kak,,'
Setelah membalas singkat pesan bunda, Arsena segera memesan taxi untuk mengantarnya ke rumah sakit. Raut cemas mulai terlihat dengan jelas di wajah Arsena.
Untungnya, taxi pesanannya datang lebih cepat dari dugaan.
“Ke rumah sakit Advent, Mas. Saya buru-buru.” ucap Arsena begitu ia memasuki mobil. Mobil sedan biru itu pun melaju cepat meninggalkan hotel.
'Semoga Ayah baik-baik aja...'
©nadswrites