Landing, Hello Thailand!
Alvano tersenyum tipis, tangannya mengelus lembut kepala Arsena yang entah sudah berapa lama bersender di bahunya. Sebenarnya, Alvano pun sudah mulai merasa pegal dan juga mengantuk, namun hati kecilnya tidak tega melihat Arsena yang nampak tertidur dengan wajah lelah.
Perjalanan dari Bandung ke Bangkok memang memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 5 jam 30 menit, membuat Alvano melirik arloji di tangan kanannya, tidak terasa waktu perjalanan ini tersisa 2 jam lagi.
“Alvano?” suara serak Arsena sontak membuat Alvano memalingkan pandangannya, ia terlalu sibuk dengan lamunannya hingga tidak menyadari Arsena terbangun. Gadis itu mengerjapkan matanya lucu, memandang ke jendela pesawat sekilas sebelum kembali menatap Alvano.
“Maaf ya, tangan kamu pasti pegel, sini gantian, kamu pasti belum tidur kan, dari tadi?” sesal Arsena, ia menyentuh bahu Alvano dan memijatnya pelan.
“Gapapa, udah tinggal 2 jam lagi,” jawab Alvano tenang. Lelaki itu membiarkan pijatan Arsena di bahunya.
Arsena mengangguk, tiba-tiba ia mengulurkan tangan dan mengusap dahi Alvano, “Ini dahi kamu jangan dikerutin, nanti cepet tua,” ucapnya kemudian sembari tersenyum hangat.
Membuat Alvano hanya terdiam menatap dalam mata Arsena. Mereka bertatapan cukup lama sebelum akhirnya Alvano memutus tatapan itu dan kembali menghadap ke arah depan.
'Ini yang ga bisa gue lupain dari, lo, Na,' batin Alvano.
Hangat sentuhan tangan Arsena masih terasa di dahinya. Ia kemudian memejamkan matanya, tidak menyadari sepuluh menit setelahnya, ia yang menjatuhkan kepala di kepala Arsena membuat gadis itu tersenyum menepuk pelan kepala Alvano.
~~~
Suasana yang cukup ramai menyambut penglihatan Arsena dan Alvano begitu mereka sampai di Bandara Internasional Suvarnabhumi.
Keduanya berjalan berdampingan, Arsena dengan aura bahagia yang jelas terpancar melangkahkan kaki dengan bersemangat, meninggalkan Alvano yang berjalan pelan di belakangnya.
Lelaki itu menyusul Arsena dan menggandeng tangan kanannya cepat, “Biar ga ilang,” bisik Alvano di telinga Arsena, membuatnya mengangguk dan memperlambat langkahnya.
Mereka menuju bagasi dan menunjukkan nomor bukti penitipan bagasi yang diberikan saat proses check in ke petugas bandara.
Arsena tersenyum senang sembari membawa koper dan tasnya, ia kembali mendekati Alvano yang kali ini berjalan di depannya. Lelaki itu tampak tengah bertelfonan dengan seseorang, sepertinya ia memesan layanan antar jemput untuk mereka berdua.
Benar saja, tak lama kemudian sebuah mobil putih menunggu kedatangan mereka begitu keduanya keluar dari bandara. Arsena dan Alvano segera melangkahkan kaki mendekati mobil tersebut, terlihat sopir yang merupakan orang lokal membantu mereka menaruh barang di jok belakang.
Mobil itu pun berlalu menuju Novotel Bangkok on Siam Square. Hotel yang sudah dipesankan oleh orang tua Alvano untuk mereka selama berlibur di Thailand.
©nadswrites