Lava Cake and Bunda II
Setelah mendinginkan Choco Lava Cake yang sudah matang, Arsena dan Bunda segera memindahkannya ke piring kecil. Mereka tak sabar untuk lekas mencicipi Lava Cake tersebut.
“Bunda potong ya, Kak.” ucap Bunda sembari memotong kue tersebut perlahan.
Arsena merasakan jantungnya berdebar, tak sabar menantikan apakah coklat yang ada di dalam choco lava cake tersebut akan berhasil lumer atau tidak. Ia refleks menyipitkan matanya.
“Wahh! Kak, liat! coklatnya lumer kok!” seru Bunda senang, memperlihatan hasil masakan mereka yang ternyata berhasil.
Arsena sontak tersenyum.
“Emang ga salah lagi kalo udah bareng Bunda, selalu berhasil di percobaan pertama.” pujinya kemudian.
“Kakak bisa aja! Nih, bunda suapin, makasih ya Kak, udah tumbuh dengan baik sampai sebesar ini.” tutur Bunda sembari menyuapkan kue itu ke mulut Arsena.
Arsena terenyuh, Ia menelan kue nya dengan cepat. Merasakan suasana yang tiba-tiba terasa emosional.
“Kakak yang makasih, Bun. Makasih Bunda udah bimbing Kakak sebaik ini. Kakak ga bisa kaya sekarang kalau tanpa didikan Bunda, Ayah juga.” sendu Arsena.
Bunda mengangguk sembari tersenyum.
“Kak, soal semalem itu Bunda emang ga maksa Kakak, Bunda cuma pengen kalian kenalan, Tante Ayana itu sahabat Bunda udah lama banget, dari jaman SMA, Bunda percaya sama Tante Ayana, makanya Bunda percaya sama Alvano.” jelas Bunda menatap dalam mata anak semata wayangnya.
“Bunda ga mau nanti Kakak jatuh di tangan orang yang salah, tolong pertimbangkan dulu ya, Kak?” lanjut Bunda kemudian. Bertanya kepada Arsena. Bunda tau kalau anaknya itu membutuhkan penjelasan begitu Ia tinggalkan bersama Alvano semalam.
“Iya, Bun. Bakal Kakak pertimbangin.” jawab Arsena pelan. Ia tidak mau mengecewakan Bunda.
Meskipun sebenarnya, kini jawaban itu berasal tulus dari hatinya, bukan semata-mata karena permintaan Bunda.
Arsena bersyukur akan adanya perkenalan malam itu, Arsena juga mensyukuri bahwa orang tua Alvano adalah sahabat orang tua nya.
Entah mengapa, Arsena merasakan semesta begitu merestui pertemuan mereka.
'mungkin ini udah jalannya buat nebus kesalahan sama Alvano' ucap Arsena di dalam hati.
©nadswrites