London.

Arloji di pergelangan tangan Arsena sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu London. Gadis itu tersenyum ceria memandang suasana di sekitarnya. Tampak tidak terlalu ramai, beberapa orang terlihat asyik bercengkrama, menimbulkan senyum terbit di wajah Arsena.

Arsena melangkah pelan, ia memalingkan pandangannya kebelakang, menggandeng tangan Alvano yang kini menelfon seseorang, sepertinya menghubungi mama mertuanya. Memberi kabar bahwa mereka sudah sampai di London dengan selamat.

“Udah dulu, ya, Ma... Daah,” ujar lelaki itu kemudian sebelum menutup panggilan.

Mereka pun berjalan beriringan sembari bergandengan tangan, tak lupa sisi tangan Alvano yang lain menyeret koper besar berisi barang mereka berdua. Keduanya asyik berbincang dan sesekali tertawa, menikmati suasana di Heathrow Airport, London.

Tujuan mereka sehabis dari bandara adalah Mandarin Oriental Hyde Park, yang merupakan hotel tempat mereka menginap selama di London, beristirahat sejenak sebelum menyambut hari esok.

“Ohya, Al, kita disini berapa lama?” tanya Arsena begitu mereka duduk di mobil dalam perjalanan ke hotel. Ia hendak bertanya mengenai hal itu dari kemarin, namun tampaknya gadis itu lupa karna terlalu senang.

Alvano melirik Arsena sekilas, tersenyum misterius.

“Rahasia,” jawab lelaki itu.

“Haha, udah, yang penting kita istirahat dulu, nikmatin malem ini.” lanjutnya kemudian sembari mengacak pelan rambut Arsena yang diakhiri elusan pelan di kepala gadis itu.

Perlakuan Alvano itu membuat Arsena tertegun sejenak. Gadis itu menetralkan nafasnya sebelum akhirnya tersenyum pelan, mengangguk menatap lelaki di sampingnya.

Mereka menikmati perjalanan malam itu dengan memandang jalanan London yang dipenuhi lampu-lampu. Begitu indah, penutupan hari yang sangat membuat mood Alvano dan Arsena terasa hangat juga bahagia.

©nadswrites