Mandi
Arsena dan Alvano kini sudah sampai di kamar hotel. Mereka berdua duduk berdampingan di ranjang.
Tak lama kemudian, Alvano beranjak dan mulai melepaskan kancing kemejanya, lelaki itu juga melepas kaus di dalamnya. Arsena tebak, suaminya itu hendak mandi.
Arsena pun berjalan menuju walk in closet. Dia kembali setelah meletakkan tas dan aksesoris yang ia pakai tadi.
“Alvano,” panggil Arsena pelan.
Alvano yang masih berdiri di depan cermin menoleh, bagian atas lelaki itu sudah tidak tertutupi apapun.
“Iya, Na?” jawabnya.
“Makasih yaa,”
“Buat?”
Alvano menaikkan alisnya saat mendengar ucapan Arsena.
“Everything,” ucap Arsena pelan.
“Semua yang udah kamu lakuin buat aku, sampe sekarang, Al...” lanjutnya.
Alvano menghembuskan nafasnya perlahan, ia tersenyum hangat sembari melangkah mendekati Arsena. Mendekap gadis itu.
“Aku yang harusnya makasih, Na,” lirih Alvano. Ia menepuk pelan bahu Arsena, seolah mengatakan bahwa lelaki itu tulus melakukannya, tidak perlu berterima kasih.
Alvano kemudian menjauh, melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.
Tanpa Alvano sadari, ternyata Arsena mengikutinya ke kamar mandi. Tangan gadis itu menahan pintu kamar mandi yang hampir ditutup Alvano.
Lelaki itu menaikkan alisnya menatap Arsena seolah bertanya, Kenapa?
Arsena hanya diam, ia melepaskan tangannya yang memegang pintu kamar mandi. Perlahan, Arsena membuka bajunya sendiri.
“Aku mau ikut mandi,” ucap Arsena begitu bajunya terlepas.
Alvano tersenyum miring, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang dan fantasinya berlarian menjauh.
Lelaki itu meraih tangan Arsena dan menariknya ke kamar mandi.
“Kunci dulu,” ucap Arsena mengingatkan.
“Udah,” jawab Alvano cepat dan langsung membungkam bibir Arsena dengan bibirnya sendiri.
©nadswrites