night talks

Setelah beberapa kali memejamkan mata namun tak kunjung terlelap, Sera akhirnya memutuskan bangun dari ranjangnya dan melangkahkan kaki menuju dapur.

Gadis dengan piyama hello kitty tersebut mengambil gelas dan minum air dingin yang sudah tersedia di kulkas.

Setelah memuaskan dahaga nya, ia pun melangkahkan kaki kembali ke kamar. Namun, langkah kakinya terhenti, Sera memandang lurus ke sebuah pintu kamar yang tertutup di dekat dapur. Kamar tamu, dimana ada seorang Arka di dalamnya.

Alih-alih kembali ke kamarnya, Sera memutuskan mendekati kamar tamu tersebut, gadis itu menempelkan telinganya ke pintu. Terdengar suara gaduh dari dalam kamar. Sera mengerutkan dahinya, ia bingung.

'Arka lagi ngapain? Belum tidur juga?' fikirnya.

Dengan ragu, Sera mengetuk pintu tersebut.

“Arka? Lo masih bangun?” ucap Sera pelan, berusaha tidak menimbulkan suara berisik.

Suara gaduh yang sebelumnya terdengar pun berhenti.

“Sera?” sahut Arka tak kalah pelan dari dalam kamar membuat Sera menghembuskan nafasnya lega. Gadis itu kemudian membuka kunci pintu kamar tersebut.

Terlihat sosok Arka sedang duduk di atas ranjang sembari memegang bantal, lelaki itu turut menatap Sera. Ternyata, suara gaduh tadi merupakan suara Arka yang tengah mengibaskan dan memukul bantal, berusaha menghindari nyamuk yang hendak menggigit badannya.

Sera tertawa pelan, ia lupa jika kamar tamu ini cukup lama kosong, tidak ditempati siapapun. Sangat wajar jika penuh akan binatang kecil penghisap darah tersebut.

“Maaf ya, Ar, lo jadi digigitin nyamuk, kamar ini harusnya disemprot dulu tadi sebelum lo kesini, tapi lo mendadak jadi ya, gimana mau disemprot, kan?” ucap Sera, sedikit menyindir Arka.

Lelaki itu hanya menaikkan alisnya, ia kemudian menggelengkan kepalanya.

“Gapapa, Raa. Maaf... gue ngerepotin lo dengan dateng kesini, gue udah biasa digigitin nyamuk, cuma ya jadi gabisa tidur.” jawab Arka menjelaskan disertai permintaan maafnya kepada Sera.

“Lo sendiri ngapain disini, Ra? Lo udah tau?” lanjutnya kemudian, sejak gadis itu mengetuk kamarnya, kepalanya sudah dipenuhi berbagai pertanyaan, ditambah sikap Sera yang tampak bersahabat. Tidak terlihat rasa curiga dan amarah seperti sebelumnya.

Sera tersenyum, ia menganggukkan kepalanya.

“Gue juga gabisa tidur, kebetulan lewat kamar lo dan ya kalau penjelasan Kak Adi itu bener, gue udah tau,” balas Sera. Gadis itu kemudian duduk di kursi yang terdapat di depan ranjang Arka.

“Gue harus gimana? Meskipun alibi gue kuat, mereka pasti bakal berusaha nyari bukti kalau itu perbuatan gue, gue cuma karyawan mereka, dan track record gue...” Arka menggantungkan ucapannya, lelaki itu mendongakkan kepalanya dan menatap mata Sera. Tampak tak yakin dengan ucapan yang akan keluar dari mulutnya setelah ini.

“Bilang aja, Ar, gapapa.” ucap Sera, berusaha meyakinkan Arka.

“Gue mantan anggota curanmor, Ra.” lirih Arka kemudian, lelaki itu menundukkan kepalanya, tak berani melihat reaksi gadis yang ada di hadapannya.

Sera terdiam, ia masih menelaah ucapan Arka. Sejujurnya ia tidak paham dengan apa yang dimaksud lelaki itu. Curanmor?

“Gue balik ke kamar gue dulu, Ar.” pamit Sera kemudian, setelah 5 menit sebelumnya mereka hanya terdiam.

Sera pun pergi dari kamar tamu tersebut dengan pertanyaan baru di otaknya. Sementara itu, Arka ditinggalkan dengan rasa bingungnya akan reaksi diam gadis itu.

©nadswrites