one day with him.
“A', makasih yaa.”
Arsena memulai pembicaraan begitu mereka berada di mobil dalam perjalanan pulang.
“Aku seneng banget kita main ke rumah mama papa hari ini, mereka bener-bener treat aku like a family, aku ga ngerasa canggung sama sekali.” lanjutnya lagi, tersenyum hangat menatap Alvano yang tengah mengemudi.
“Iya, Na, i'm happy for us. Mama papa selalu gitu ke orang yang mereka sayang,” jawab Alvano.
“Tapi..” lirih Arsena, ia menggantungkan perkataannya.
Alvano sontak menaikkan alisnya, menoleh sekilas ke arah Arsena, menunggu lanjutan dari perkataan tersebut.
“Aku jadi kangen ayah bunda,” ucap Arsena pelan.
“Kalau ada waktu senggang lagi, kita ke rumah ayah bunda, jangan sedih.” sahut Alvano menenangkan Arsena. Ia mengulurkan sebelah tangannya yang menganggur untuk menggenggam lembut tangan Arsena, membuat gadis itu mengeluarkan senyum lega.
'Back together with him is one of the best decision that i've made,'
~~~
“Eh, kita ga langsung ke rumah?” tanya Arsena. Ia mengerutkan alisnya bingung begitu mobil mereka berhenti di sebuah record store yang bergaya klasik dan cukup mewah.
“Ada yang gue cari, sekalian jalan.” ucap Alvano menjawab kebingungan gadis di sampingnya.
Arsena tersenyum, raut bahagia seketika tergambar di wajahnya. Ia bersemangat. Alvano memang selalu penuh dengan kejutan.
Mereka berdua pun turun dari mobil dan melangkahkan kaki masuk ke store dengan hati senang, tak lupa tangan yang senantiasa bergandengan.
“Seneng banget?” komentar Alvano, tersenyum geli menatap Arsena.
“Iyaaa, seneng banget!” jawab Arsena riang, membuat keduanya tertawa pelan dan terus berjalan sembari melihat-lihat suasana di store yang tempak lengang, tak terlalu ramai.
“Gue mau cari vinyl,” ucap Alvano kemudian.
“Ciggaretes after sex?” tanya Arsena. Tentu saja ia masih mengingat dengan jelas salah satu band kesukaan lelaki itu.
Alvano tersenyum, ia menganggukkan kepalanya.
“Got the music in you baby, tell me why...”
Arsena menyanyikan sepenggal lagu ciggaretes after sex dari lirik yang masih diingatnya.
“You've been locked in there forever, and they just can't say goodbye...” sambung Alvano dengan cepat, membuat keduanya terus tersenyum dan sesekali tertawa pelan sore itu.
©nadswrites