pesan.
Alvano memandang sendu ke arah Arsena yang kini tertidur. Ia menggenggam lembut tangan gadisnya. Sebelum tertidur, Arsena terisak begitu lama tanpa suara dalam pelukannya.
Alvano sendiri tak mampu berbuat banyak, ia tentu tidak mau memaksa Arsena untuk baik-baik saja saat kenyataannya tidak, ia tidak bisa mengatakan agar Arsena berhenti menangis saat hanya tangisan lah yang mungkin mampu membuat gadis itu sedikit lega. Alvano hanya mampu menenangkan Arsena, mengelus lama pundak gadis itu seolah berkata ia ada disini, menemani Arsena selama apapun yang dibutuhkan. Alvano tidak akan meninggalkan Arsena.
Seketika, terbayang di benaknya pesan yang diberikan sang mertua. Dulu, di hari pernikahan mereka.
“Untuk Ananda Alvano Sean Pratama, yang kini menjadi rumah dan imam anak kami, tolong jaga dan bimbinglah anak kami, bimbinglah putriku sebagai isteri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya.
Terimalah ia termasuk kelebihan dan kekurangannya...
Tegur apabila salah namun jangan sampai berbuat kasar...
Maka, kami harapkan kamu adalah orang yang selalu bersama dengannya hingga akhir hayat...
Pesan terakhir, untuk kalian, menikah itu adalah ibadah, persoalan-persoalan dalam rumah tangga juga bernilai ibadah, tetap sabar dan saling menghargai dengan cara terbaik...”
Alvano mengusap air matanya, air matanya merembes tanpa ia sadari. Lelaki itu menghembuskan nafasnya berat. Ia mengingat setiap pesan yang diucapkan sang ayah mertua dulu, dalam hatinya ia bertekad untuk selalu menerapkannya dan tidak akan melupakannya.
“Ayah, Bunda, izinin Alvano untuk ngambil alih tugas kalian selama ini, Alvano akan selalu jaga Arsena, kalian ga perlu khawatir,” batinnya.
Dering handphone yang terdengar berulang kali mengalihkan perhatian Alvano, lelaki itu beranjak dan melepaskan genggaman tangannya dengan Arsena untuk sementara.
Terlihat puluhan pesan masuk dari orangtua nya juga teh Alana.
“Sampai lupa kabarin mereka, papa, mama, teteh pasti khawatir,” lirih Alvano kemudian. Lelaki itupun mengetikkan beberapa kalimat di handphonenya, membalas satu persatu pesan tersebut.
©nadswrites