Sorry, Na..
Arsena mendongakkan kepalanya cepat begitu Alvano menyuruhnya menunggu. Lelaki itu berdiri dan menatapnya sekilas sebelum akhirnya masuk ke ruang ganti pria di kolam renang tersebut, membuat Arsena mengikutinya dan juga masuk ke dalam ruang ganti di seberangnya yang merupakan bilik wanita. Ia mendengus dan mengganti baju renangnya yang bahkan tidak basah.
“Ayo.” Alvano langsung menarik tangan Arsena tepat setelah ia keluar dan melihat gadis itu sudah menunggu. Raut mukanya terlihat sedikit kesal memandang Alvano.
“Kenapa, sih? Aku bahkan belum masuk ke kolam.” cecar Arsena begitu mereka berjalan berdampingan menuju lift.
“Lupa, ya? Lo tuh pernah tenggelam,”
'Deg'
Jawaban Alvano itu sontak membuat Arsena memperlambat jalannya. Ia terdiam dan merutuki kejadian yang sudah lama berlalu sehingga ia lupa, sedikit tidak menyangka bahwa lelaki yang berjalan di sampingnya itu masih mengingatnya.
Mereka pun masuk ke dalam lift tanpa suara, Arsena yang merasa bersalah, dan Alvano yang tampak marah karena gadis itu menyusulnya. Genggaman tangannya mengerat, membuat Arsena menghela napas pasrah, ia hanya berharap agar cepat sampai ke lantai dimana kamar mereka berada.
~~~
'ckelk'
Pintu kamar itu ditutup cepat oleh Alvano, genggaman tangan mereka belum juga terlepas.
Arsena merasakan jantungnya berdebar begitu cepat saat ini, Alvano hanya diam dan terus berjalan membuatnya terpaksa mengikuti langkah lebar lelaki itu. Hingga akhirnya, Alvano mendudukkan Arsena di atas kasur, ia menatap tajam mata coklat itu membuat Arsena menunduk.
“Sorry, Na..” ucapan maaf Alvano terdengar membuat Arsena yang tengah menunduk itu bingung dan langsung mendongakkan kepalanya. Belum sempat ia membuka mulut, sesuatu yang kenyal terasa menempel di bibirnya.
Arsena sontak melebarkan kedua mata terkejut, ia menahan nafasnya. Jantungnya bertalu begitu cepat dan aliran darahnya terasa berhenti. Bibir keduanya bersentuhan lama, membuat Arsena perlahan memejamkan matanya. Tangannya memilin-milin baju yang tengah dipakainya. Ia begitu gugup.
'Ini ciuman pertama kita, Al,'
©nadswrites