surprise dinner.

Arsena memandang cukup lama meja makan yang terlihat meriah malam ini, setelah gadis itu mengingat-ingat dan tak ada tanda-tanda peringatan apapun, akhirnya Arsena duduk dengan perasaan yang sedikit bingung.

5 menit kemudian, Arsena merasakan atensi Alvano akhirnya mendekat, lelaki itu duduk di hadapannya dan tersenyum hangat menatap Arsena. Gadis itu balas mengangguk disertai senyuman tipisnya, ia kemudian tidak mampu menahan dirinya untuk tidak bertanya.

“Ini dalam rangka apa, Al?”

“Nikmatin aja dulu makanannya, kalau kamu berhasil abisin, bakal aku kasih hadiah.” jawab Alvano kali ini dengan senyum misterius dan kedipan mata, menggoda Arsena.

Arsena hanya terkekeh pelan, ia kemudian mengangguk dan mulai makan makanan spesial yang sudah dimasak oleh sang suami.

Spaghetti Bolognese ditemani dengan dessert kesukaan Arsena yaitu, tiramisu. Dua nama yang merupakan menu dinner Alvano dan Arsena malam ini.

Keduanya menikmati makan malam tersebut dalam diam, sesekali saling mencuri pandang satu sama lain, dengan banyak ungkapan yang terpancar dari sorot mata mereka berdua.

~~~

“Abis juga...” lirih Arsena.

Gadis itu tersenyum puas menatap piringnya yang kini bersih, ia kemudian memalingkan pandangannya ke arah Alvano yang masih memakan makanannya.

“Aku menang, Al. Kamu bahkan belum selesai makan, ck. Mana hadiahnya?” ucap Arsena sembari tertawa mengejek. Ia tampak lupa dengan rasa sedih dan rasa malasnya sebelum makan tadi.

Masakan Alvano sama halnya seperti masakannya sendiri, tidak pernah gagal menggoyangkan lidah, membuat penikmatnya merasa bahagia karna kenikmatan rasanya.

Alvano balas tertawa menatap Arsena, ia merasa bahagia begitu kembali mendengar suara tawa gadis itu setelah sekian lama. Membuatnya semakin yakin misinya berhasil malam ini. Misi untuk memberi tiket liburan kepada Arsena.

“Iya, kamu menang.” jawab Alvano, ia juga sudah menghabiskan makanannya.

Lelaki itu kemudian beranjak dari duduknya dan mendekati tempat duduk Arsena.

“Sekarang, tutup mata kamu, Na.” lanjutnya.

Arsena menatap Alvano bingung, namun ia menurut. Arsena pun menutup matanya perlahan, membuat lelaki di hadapannya kembali tersenyum.

Alvano merogoh sakunya, lelaki itu membuka laman bukti pembelian tiket dari aplikasi di handphonenya. Ia meletakannya tepat di tangan Arsena yang menganggur di meja makan.

“Sekarang, udah boleh dibuka.” intruksi Alvano, membuat Arsena segera membuka matanya.

Gadis itu mengernyitkan dahi melihat handphone sang suami yang berada di genggamannya, ia menatap Alvano dan mendapat lirikan mata yang menyuruh agar ia melihat handphone lelaki itu.

Perlahan, Arsena akhirnya membuka dan menatap lama handphone Alvano, gadis itu terdiam. Ia tertegun cukup lama.

'Tiket pesawat? Ke London?'

Arsena membulatkan matanya, ia juga mengedipkan matanya berkali-kali memastikan kebenaran penglihatannya.

Namun, tulisan di layar handphone tidak berubah, terasa begitu nyata.

Gadis itu sontak beranjak dari kursi dan melompat-lompat pelan, menunjukkan kegembiraannya. Ia bahkan lupa dengan keberadaan Alvano yang masih berdiri di dekatnya.

“Ehem, Na?”

Deheman Alvano tersebut membuyarkan kebahagiaan Arsena, gadis itu seketika menghambur ke dekapan hangat Alvano. Membuat Alvano merasakan begitu banyak kupu-kupu di perutnya, lelaki itu sangat bahagia, melihat Arsena kembali tertawa dan bahagia adalah tujuannya, ia menepuk-nepuk pelan punggung Arsena. Membisikkan sebuah kata di telinga sang istri.

“Let's get away for a while and having fun, just you and me.”

“It feels so good seeing you laugh and happy, Na.”

©nadswrites